Tuesday, December 20, 2016

Inilah Caranya Agar Bahagia

Sungguh menggugah dan mencerahkan. Dia berjuang keras untuk bertahan hidup. Untuk makan. Mungkin untuk istri dan juga anaknya. Dia, entahlah saya tidak tahu namanya siapa. Yang jelas aku kagum padanya.
Terus terang pagi ini, banyak keluhan bertumpuk di kepalaku sejak bangun tidur. Tampaknya, sisa-sisa kekalutan tadi malam masih menancap mancep di otakku. Sudah merasa berjuang dengan segala kemampuan dan daya, tapi masih saja ada yang belum terpenuhi.
Dengan melihatnya, saya sadar. Betapa aku sudah jauh lebih baik darinya. Mengapa tidak bersyukur. Dia, dengan kakinya yang hanya satu, menjajakan berdiri di lampu merah. Bukan untuk meminta atau mengemis. Tapi, menjual koran. Sementara kita lihat, banyak orang yang masih muda dan sempurna menengadahkan tangan untuk mengemis. Dia, dengan keterbasannya seperti itu, pantang untuk meminta-minta. Luar biasa…
Hampir setiap hari aku lihat orang ini di lampu merah. Entahlah, jam berapa dia pulang. Setiap aku melihatnya, bertambah syukur di hati. Dia telah menginspirasi untuk semangat dalam hidup.
Memang, ketika kita selalu lihat ke atas dalam masalah dunia, mungkin hati tidak akan dianugerahi rasa syukur. Karena selalu kurang dan kurang. Karena, tidak ada orang yang langsung puas mendapati apa yang diinginkan. Entah besok atau lusa dia akan ingin sesuatu yang lain.
Padahal, Allah sudah menjelaskan bahwa jika bersyukur akan bertambah nikmat. Orang bersyukur akan semangat dalam hidup. Cerah melihat masa depan. Dengan begitu, ide-ide brilian muncul. Sehingga setiap usaha dan apa yang dikerjakan akan maksimal. Mungkin inilah salah satu jalan bertambahnya nikmat itu.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Janji Allah akan ditepati. Mungkin kita akan bertanya, mana bentuk pertambahan nikmat itu saat kita bersyukur?
Kebanyakan kita beda dalam memandang hakikat nikmat. Kebanyakan orang terlalu materialistis. Nikmat baru ketika dapat uang banyak, mobil bagus dan seperangkat hal-hal praktis lainnya. Padahal hembusan nafas yang teratur dan lega juga suatu nikmat.
Badan sehat, tak berpenyakit juga nikmat. Bayangkan, jika setiap hari kita harus selalu minum obat. Bayangkan, jika tidak banyak makanan yang boleh kita makan lantaran komplikasi berbagai macam penyakit. Bayangkan, untuk sekedar buang air kecil saja harus disedot seperti penderita Sirosis. Penderita penyakit ini tidak bisa mengeluarkan keringat atau buang air kecil sehingga, badannya menjadi gemuk. Lebih tepatnya kembung kayak balon.
Tapi, alhamdulilah kita tidak termasuk penderita penyakit-penyakit itu. Setiap hari kita masih bisa bekerja dengan lancar dan aman. Patutkah tidak bersyukur dengan semua nikmat itu?
Dalam Al-Quran surat
Allah menyentil kita sebanyak 31 kali dengan pertanyaan: Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Ini kalimat tantangan dan peneguhan. Setelah menyebutkan beberapa nikmat, pertanyaan yang sama diulang kembali.
Bahwa kita manusia, sering lupa diri. Tidak menyadari apa yang telah kita nimati selama ini adalah agerah yang diberikan Allah pada kita. Ingat, selain berjanji untuk menambahkan nikmat Allah juga mengancam dengan azab-Nya yang pedih bagi orang yang mengingkari nikmat-nikmat-Nya.
Jadi, bersyukur adalah pilihan yang terbaik untuk kita. Paling tidak  dengan tiga cara: Hati, Lisan dan Perbuatan.
Hati, semua yang kita lakukan berawal dari hati. Kualitas ibadah kita dinilai dari niatnya, yang tempatnya di hati. Rasa syukur harus dari dalam hati yang tulus dan ikhlas. Dengan segenap kesadaran bahwa manusia hanya bisa berusaha. Hasil akhir semuanya Allah yang memberikan. Banyak nikmat yang justru diberikan-Nya tanpa harus kita raih dengan usaha.
Sayang, nikmat yang cuma-cuma itu sering kita lupakan. Atau bahkan kadang dianggap bukan nikmat. Misalnya, Detak jantung kita yang normal dan tidak pernah berhenti adalah nikmat yang tidak bisa dinilai dengan uang. Bayangkan jika detaknya berhenti beberapa detik saja, apa yang akan terjadi? Dan alhamdulilah jantung kita tidak pernah lelah untuk berdetak.
Jadi, perbuatan yang terlahir dari hati menjadi kualitas awal atas semua perbuatan. Karena di hati inilah tempatnya perasaan lega/ legowo. Sebagai dampak dari rasa syukur.
Lisan, betapa banyak kata-kata negatif muncul dari lisan kita. Tentu, sesuatu yang negatif akan memancarkan frekuensi yang negatif pula. Saat lisan ini penuh dengan keluh kesah, seolah menjadi sebuah komando untuk seluruh anggota tubuh untuk berkeluh. Dan akhirnya fisik pun capek.
Alhamdulilah, itu yang sering terucap dari lisan sebagai representasi rasa syukur. Apakah itu hanya sebuah kata saja? Alhamdulilah artinya “Segala puji bagi Allah”. Pujian itu sebagai bentuk syukur karena telah dianugerahi nikmat.
Dengan segenap hati dan perasaan mengakui nikmat-nikmat itu. Ucapan itu bukan hanya di lisan. Tapi merasuk dalam hati.
Perbuatan, syukur yang sudah terucap dan terpatri dalam hati menjadi sebuah kedustaan manakala perbuatan kita sebaliknya. Allah tidak minta balasan dari setiap nikmat yang Dia berikan. Andai semua manusia atau bahkan makhluk di alam ini tidak bersyukur, tidak akan mengurangi eksistensi Allah sebagai Khalik. Allah berdiri dengan sendiri-Nya. Tanpa bantuan siapa pun.
Manusia dituntut untuk bersyukur agar tahu diri. Dan sadar, bahwa mereka tidak bisa apa-apa kecuali dibantu oleh-Nya.
Syukur dalam perbuatan menjadi bukti pengakuan dari hati dan ikrar dalam lisan. Perbuatan yang mencerminkan syukur adalah komponen pelengkap bahwa kita tidak dusta dengan rasa syukur itu.
Salah satu bentuk syukur dalam perbuatan adalah memanfaatkan semua anugerah Allah untuk jalan kebaikan. Dua kaki dan tangan kita sehat dan sempurna, sebaiknya dimanfaatkan untuk ibadah. Membantu sesama. Mencari nafkah untuk keluarga. Wallahua’lambissawab.

Thursday, April 05, 2012

Peran Guru dalam Membangun Budaya Kejujuran Akademik

Ketika saya dengar ada lomba Kreasi Blog untuk guru-guru dilingkungan sekolah Muhammadiyah kebetulan saya diruang guru bersama Pak Munali. Saya tanya ke beliau: “Menurut jenengan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk membangun budaya kejujuran akademik?”.
“Guru harus bisa menjadi model”. Jawab Pak Munali singkat, padat dan jelas. Tapi saya masih bingung.
“Model yang bagaimana yang dimaksudkan Pak?” saya tanya.
“Guru harus menjadi model semua peraturan yang ada di sekolah”. Katanya tegas. “Jika Rosulullah dulu menjadi model percontohan agama Islam maka guru semestinya menjadi model implementasi peraturan sebuah

Friday, August 05, 2011

Berharap

Ketika semua sirna, manusia bertahan hidup karena punya harapan. Namun banyak orang berkata: Jangan terlalu banyak berharap kalau tidak ingin kecewa.
Tempat berharap yang paling indah adalah di keharibaan-Nya. Ketika Dia menganugerahi harapan dalam jiwa manusia, sudah tentu dipersiapkan pengabulnya. Bahagialah orang yang senantiasa berharap pada-Nya.
Kawan... jangan sesekali berharap pada manusia, karena kebanyakan diantara mereka terselip dusta, pamrih. Harapan pada

Friday, December 10, 2010

Persimpangan Jalan (2)

Suatu hari aku nulis di status FBq:

'Tidaklah terlalu indah ketika sudah sampai ke pulau harapan, namun
keelokan tertinggi justru ada pada proses petualangan itu sendiri..'

Ada seorang teman berkomentar: 'Tujuan bukan yg utama, yg utama adalah prosesnya... (Bang Iwan)'

Ternyata memang saat cita keinginan tercapai menjadi tidak indah lagi, indahnya ada dalam mengimpikan keinginan itu, apa ini ya yang disebut dengan kebahagiaan dunia (baca kesenangan) itu hampa, tapi mengapa banyak diantara kita yang terkadang mempertaruhkan segalanya dengan mencapai keinginan dunia kita?? Aneh ya, tapi memang begitu kan kenyataannya....???

Kita bertahan hidup sampai detik ini ternyata karena kita punya keinginan, kalo gitu keinginan itu tidak salah bukan...??

Kata orang: 'Life without an ambition like Bird without a Wing..' 

Lantas untuk apa keinginan itu jika pada kenyataannya tidaklah seindah dalam impian..?

Persimbangan Jalan (1)

Seringkali teringat dengan riwayat sang ulat dalam kepompong. Melalui perjuangan berat melelahkan, membutuhkan kesabaran, menahan penderitaan, menahan lapar demi untuk menjadi seekor kupu-kupu yang indah.
Sungguh indah ilustrasi metamorfosis itu, ibarat yang mudah dimengerti, mudah dicerna dan sangat sulit dijalankan.
Setiap hari, setiap detik, keikhlasan dalam rasa sabar selalu terkikis dan semakin terkikis oleh perjalanan waktu yang seolah pintunya selalu tertutup. Kata orang bijak: "Jika satu pintu kebahagiaan tertutup, maka dibukakan pintu kebahagiaan yang lain, namun sering kali kita selalu terpaku pada satu pintu itu sehingga tidak bisa melihat pintu lain yang dibukakan".
Sekali lagi, begitu mudah kata itu diucapkan, apakah sedemikian juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari?
Suatu hari ada seorang teman nyeletuk di Account FBnya 'Tiap hari ko FB ne mnjd tmpat keluh kesah..' Yah, mungkin dia telah males melihat status teman-temannya yang selalu mengeluh (emang sifat manusia ya yang suka keluh kesah).
Hehe.. Apakah yang saya tulis diatas suatu keluh kesah ya hehe..Yang jelas, semua yang di inginkan, dicita-citakan ingin segera tercapai...

Thursday, December 02, 2010

Mengenangmu

Pagi selalu diselimuti mendung, mendung yang ga jelas, Entahlah, kata orang sih, Mendung tak berarti hujan hehe.. Sekian lam tak melihat wajahmu, sekian lama tak mendengar suaramu, sekian lama tak ingat akan dirimu, bahkan membayangkan saja seolah sudah tidak pernah. 
Yah, engkau... Engkau yang dulu kupuja, kusanjung, kudambakan. Pada waktu itu hanya satu kebingungan dalam kebimbangan akan dirimu, mendengar kata orang sungguh membuat hatiku damai, tapi ketika kujalani justru hatiku hancur, merana menderita.
Lama.... lama sudah, tanpa kusangka, kemarin ku melihat wajahmu, melihat senyum yang dulu, senyum yang pernah membuat hatiku damai...
Bagaimanakah kabarmu? Akan-kah dirimu bahagia tanpa aku, ataukah engkau menderita. Janganlah kau ceritakan padaku tentang kebagiaanmu, tapi mendekatlah pada jika hati bersedih, aku akan menjadi teman curhat setia walau kita sudah tidak seperti yang dulu...

Allah Perencana yang Paling Baik

Seorang teman berkata: "Kenapa ya dia yang semangat belajar, tekun dan ibadahnya rajin sangat sulit hidupnya. Ingin beli buku saja ga bisa..". "Jangankan beli buku makan ja sulit". Pikirku. Kemudian dia melanjutkan, "Sementara dia (maksudnya teman yang lain) hidupnya glamor, suka pesta, uang datang dengan mudahnya... Kadang saya merasa bingung dengan cara Tuhan memperlakukan hamba-Nya...". Desahanya tertahan.
Itu, kata yang saya dengar beberapa tahun yang lalu ketika kami masih mahasiswa, lain dulu lain sekarang, teka-teki apa yang difikirkan teman saya diatas sekarang terjawab.
Anak yang rajin tadi sekarang sukses membangun hidupnya, penderitaan dalam perjuangan hidupnya menciptakan mentalitas yang tangguh, keluh kesah pilu membuatnya punya kepekaan sosial yang tinggi. Hari-hari dijalaninya dengan penuh semangat seolah tak ingin detik demi detik terlewatkan tanpa sesuatu yang berarti. Dia-pun telah membina rumah tangga dengan istri yang sangat disayanginya.
Sementara yang lain (teman yang lain yang hidupnya glamor) sekarang malah tidak jelas, semuanya serba tidak kelar, kuliahnya tidak diurus (malah katanya mau beli ijazah), putus sama pacarnya setelah sekian tahun membina, hari-harinya dilewati dengan keputus-asaan, kejenuhan. 
Ya Allah, benar-benar Allah Sang Perencana yang Baik. Siapa yang menanam dia akan menuai, satu kebaikan yang kita tanam hari ini akan kembali dengan berlipat entah besok, lusa atau beberapa tahun lagi. yang jelas tiada satu perbuatan (baik atau buruk) yang lepas dari catatan-Nya. (QS. Luqman:14)

Tuesday, November 30, 2010

Karena Tuhan-mu

Jika kamu datang, aku terima engkau dengan senang hati, jika kamu pergi sekalipun aku akan melepaskanmu denga senang hati, walau aku mencintaimu aku tidak bisa memilikimu seutuhnya. Karena ku tahu kamu adalah titipan Tuhanku....
 Dalam sepinya hati selalu ada dirimu yang selalu membuaatku tenang itu karena aku melihat Pencipta-mu. Ternyata tiada yang lebih indah dalam mencintai selain mencintai karena Pencipta-nya.

Thursday, April 22, 2010

Untuk Kekasihku Tercinta

Tenang dan tenanglah...kala dingin menyelimutimu, 
Ada aku yang akan menebarkan pesona kehangatan untukmu
Embun jatuh dari pucuk dedaunan, bening, lembut, aahhhh...
Sebening wajahmu dalam tetes air wudlu'...
Selembut tutur katamu dalam tingkah lakumu...
Lama ku memandangi wajahmu, ada kedamaian disana...
Ada keteduhan, teduuuhhhh...
Tak bisa ku ungkap dan ku rangkai dengan kata-kata
Engkau yang lembut, janganlah bersedih
Karena sedihmu adalah dukaku...

Kala mentari menyapa, ada harapan, ada keinginan
Ada asa yang tergatung di antara pucuk dedaunan
Ada harapan, ada mimpi yang senantiasa mengiringi tersenyumnya wajah mentari pagi
Keinginan membangun istana bersamamu
Karena engkaulah permaisuriku...

Andai engkau mampu mendengar setiap desah nafas yang aku hembuskan
Disana ada namamu, tapi tidak usah lah kau tau itu!
Karena memandangmu cukuplah bagiku untuk mengungkapkan semua itu...

Kala tangan ini membelai lembut rambutmu
Ingin rasa hati ini mengusir setiap keluh dan kesah duka lara hatimu
Ingin aku taburkan bunga indah semerbak mewangi
Agar hatimu selalu tersenyum dan ceria

Kala kutatap matamu ingin aku tenggelam di dalamnya
Berenang ke dalam samudera hatimu...
Disana aku bangunkan sebuah taman indah
Dihiasi seribu bunnga dan dilayani sejuta bidadari
Jalannya dari permadani sutera dari Syiria
Hingga tiada setitik debu pun bisa menyentuh kakimu
Cukupkah semua itu selalu membuatmu ceria?

Wahai kekasihku tercinta...
Tataplah mataku, berlabuhlah dalam dekapanku
Aku ini untukmu...
Jika hatimu gundah, datanglah padaku
Berlabuhlah dalam pangkuanku...
Aku senantiasa hadir mengusir keluh kesahmu

Andai aku bisa memetik biutang kejora
Akan ku petik ia untukmu
Bahtera cinta kita telah siap layarnya
Mengarubgi segara kehidupan yang penuh ombak dan badai
Menuju dermaga impian

Tenanglah...jangan takut
\Bachtera ini sungguh begitu kuatnya...
Karena bachtera ini dibangun di bawah ridlo dan kasih Nya... 

Friday, March 19, 2010

Pagi yang Beda

Pagi ini, pagi yang indah... Malam telah berlalu, ada mimpi disebagian malam. Ada hikmah yang tercipta ketika malam dilalui dengan Tafakkur dan dzikir.
Malam diciptakan untuk beristrahat, tidur disiang hari tidak menggantikan tidur malam. Malam diciptakan untuk beristirahat.
Pagi  ini, terasa beda. Tadi malam jam 10 saya sudah lelap dalam samudera mimpi. Sebelum fajar terbit sudah mandi untuk bersujud di kehadirat Ilahi Rabbi, mengadukan segala keluh kesah hidup dan hidup setelah hidup.
Pagi  ini, terasa beda, Alam pikiran dan harapan begitu membara, pikiran cerah menghadap kedepan, kata orang tua, jangan tidur setelah subuh, ntar rezekinya di sambar ayam katanya.
Pagi  ini, terasa beda, begitu melihat riak mentari meninggi seolah hati ini terpacu untuk berbuat, apa yang bisa kuperbuat untuk hari ini?

Sebelum keluar, saya sempatkan buka FB, sekedar menyapa teman-teman yang mau berangkat beraktifitas. Tak alam kemudian ada sapaan teman lama, teman yang sudah sekian lama tidak berkomunikasi.
"Hoy! Gimana kbarnya?" Tanyanya, sapaan akrab kami sewaktu dulu... suasana hati yang dulu muncul kembali... suasana keakraban saat bersama, senasib seperjuangan di kampus dan  di organisasi...
(Bersambung)

Friday, January 29, 2010

Membuat File pdf


Hallo teman-teman semuanya, ada yang masih belum bisa ga ngonvert file Doc ke PDF??? Kalo ada yang belm bisa silahkan download tutorialnya disini   Save As PDF kalo ada hal yang belum jelas call me, oK

Tuesday, January 26, 2010

Tutorial membuat Blog di Blogspot

Hallo... Gimana kabrnya ney semuanya, yang pasti saya selalu berharapa baik2 saja...
kali ini saya akan bebagi pengalaman tentang Blog. Udah tahu ga ney cara membuat blog...??? So pasti banyak yg sudah tahu ya... ga pa2 lah siapa tahu ada yang masih belum tahu.
Ok untuk lebih lengkapnya silahkan download pdf-nya. semoga bermanfaat. Cara Membuat Blog

Muammar ZA

Ini kemarin saya coba main2...nyari mp3nya muammar...
yang mau dengerin juga klik Muammar

Buat yang Tersayang

Saat mata terbuka engkau dipelupuk mataku. Saat Mata terpejam, engkau selalu dihatiku.
Malam ini sunyi, sesunyi hati yang sendiri tanpa kamu disampingku. Sedang apakah engkau saat ini? Adakah engkau rindu sebagaimana aku sangat merindukan dirimu..?
Kasih… Perlu kamu tahu, Aku tak pernah mencintaimu, engkau tak pernah ada dalam pikiranku, karena engkau selalu dihatiku, aku sangat menyayangimu bukan hanya mencintaimu….
Begitulah kerisauan hati Andika, mendung tebal yang menyelimuti alam raya diiringi hujan rintik-rintik membawa pikiran ke kekasih tercinta. Adakah dia baik-baik saja?
”Mas, mungkin saya berangkat jam 17.30 sore nanti…” masih terngiang ditelinganya.
Bagaimana seorang wanita sendirian naik kereta dalam suasana yang menyeramkan seperti itu. Bagaimana kalau ada orang jahat mengganggunya. Andai ku punya sayap aku akan terbang kesana menjemput dirimu. Melindungi dirimu dari lelah dalam dekapan cintaku.
Cinta memang aneh, lebih aneh lagi kalau itu rasa sayang. Rasa yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. Yang ada hanya ingin-kan dia selalu tersenyum bahagia.
Jika seorang pecinta marah, ada damai kasih yang selalu membuatnya terdiam. Jika seorang kekasih risau ada bayang senyum dia yang senantiasa setia selalu menemani.
Kasihku… marilah kita jalani kehidupan ini dengan dan karena Allah. Marilah kita rajut, tawa dan air mata menjadi rona pelangi yang indah. Marilah kita bangun istana indah di bawah naungan ridlo-Nya.
Dalam hidup ada tangis ada tawa, ada salah ada benar. Marilah kita saling melengkapi. Jika aku selalu dikuasai amarah itulah kelemahanku. Tapi, perlu kamu tahu, tiada sedikitpun niatan hati untuk melukai hatimu. Terimalah aku apa adanya, aku-pun menerima dirimu sebagaimana dirimu.
Kasih… ingin rasa hati mengembara, berpetualang mencari kehidupan sejati. Tapi, ada rasa yang tertinggal disini, tertinggal dihatimu. Karena kaulah separuh hatiku…

Renungan Pagi_1

Kabut masih tebal menyelimuti wajah pagi, menghalangi pandangan mata pada riak sinar mentari yang terus menggapai ketinggian langit. Mentari serasa masih mengintip dan beranjak naik. Padahal dia tidak pernah naik atau turun, hanya perbedaan rotasi bumi saja yang membuatnya keliatan naik dan turun dalam pandangan mata. Yah begitulah keterbatasan mata kita memandang dunia.
Kaki ini serasa ingin sekali berlari dan terus berlari di pagi yang indah ini, menggapai sejuknya udara pagi. Setelah sekian hari malam ku lalaui sebagai ahli hisab, hehehe…. Hisab rokok maksudnya. Dada ini terasa sesak, dengan udara sejuk pagi ini seolah surge di dadaku, sejuk, damai…. Apalagi sepanjang perjalanan burung-burung riang berkucau. Seolah mengajakku untuk tidak larut dalam kesedihan dan kemuraman.
Andai ku seekor burung, aku akan dapat terbang kemanapun yang ku suka, aku akan berkicau dengan kicauan yang paling indah. Andai dan andai…. Andai-andai seperti itulah yang selama ini terus muncul di benakku. Andai aku  punya kerja, andai seorang pejabat dan andai-andai yang lain. Tapi saying aku harus menjadi diriku sendiri, aku berjuang dengan keadaanku.
Kaki ini masih saja berlari, menghinggapi mata rantai harapan dan impian, kaki terus berlari menggapai sisa-sisa mimpi  yang terbangunkan. Beberapa hari ini aku merasakan kehilangan, kehilangan semangat, harapan dan impian. Entah mengapa semua itu tenggelam bagai ditelan samudera. Idealism, cita-cita muluk semua tergerus oleh waktu. Keinginan besar untuk selalu aktif dalam organisasi harus dibenturkan dengan kenyataan. Bahwa, aku tidak bias hidup hanya dengan berorganisasi, sudah waktunya menata diri. Kadang muncul dibenakku, apa yang bias ku aplikasikan dari berorganisasi? Tapi tak lama pikiran muncul karena kesadaran segera muncul, kesadaran bahwa dengan berorganisasilah  saya bisa belajar ber-sosial, bergaul, menghadapi orang yang berbeda dalam segala hal. Dan dengan ber-organisasi jugalah saya bisa melebarkan sayap persahabatan.
(Berambung)

Mendapatkan Domain co.cc

Tahu kan apa itu Blog, blog itu singkatan dari WebBlog. Sama sebenarnya fungsinya dengan Web, tapi kalo di Blog tidak seluasa di Website.
Bagi yang suka utak atik Blog saya punya sumbang sih ide ney siapa tahu masih belum tahu.
Seing kali kalo kita membuat blog, kebanyakan ada buntut nama yang menyediakan space blog gratis, misalkan xxxxx.blogspot.com atau xxxxx.wordpress.com. maka kali ini saya kan memberikan tip biar alamat blog kita lebih menarik (tanpa embel-embel nama blogspot/wordpress, etc.) yakni dengan menggunakan fasilitas dari co.cc.
1.Buka browsernya ketik http://www.co.cc/?lang=id  maka akan muncul halaman seperti gambar dibawah ini, lalu klik “Creat an account now”. 
lalu ikuti langkah2 selanjutnya, jangan lupa masukkan alamat blognya.
Account Anda akan menjadi: www.namabloganda.co.cc
untuk lebih lengkapnya download tutorial dibawah ini lengkap dengan gambarnya lho, ok!!! Untuk lebih lengkapnya klik link Pdf-nya Disini

(Bersambung dulu ya... I Hve to off)




Hikmah Keluarga_Part I

Cinta sungguh teramat suci keberadaannya. Cinta pada diri, cinta pada orang tercinta dan cinta pada sang Pencipta. Dalam cinta antar lawan jenis hanya ada suci sejati ketika terangkai dalam biduk rumah tangga. Sungguh aneh dan merugi ketika dalam masa sebelum ada ikatan suci seseorang rela menyerahkan segalanya kepada seorang pacar. Apalagi pacar yang belum jelas juntrungnya hehehe…
Mendung hitam menyelimuti alam, sejak tadi dari habis sholat Ashar rintik hujan mulai membasahi bumi. Pinginnya she keluar, tapi… belum sempat berfikir yang lain, tiba-tiba Mas Hamdan datang. Assalamu’alaikum!”. Sapa beliau dengan riang senyuman. Sambil berjabat tangan kami masuk ke ruang tamu. Kami ngomong ngalor-ngidul, banyak cerita diantara kami. Karena memang sekian lama tidak ketemu. “Mas gimana kalo sekarang kita membahas tentang rumah tangga…?”. Usulku pada beliau, karena saya tahu untuk masalah keluarga beliau banyak merasakan manis dan getirnya dan lebih pengalaman tentunya. Walau saya masih belum menikah apa salahnya tahu tentang bagaimana itu keluarga, paling tidak hal ini sudah terwacanakan sebelum waktunya saya menikah.
“wah, wah… ada apa ney.. ko tiba-tiba sampean mau membahas persoalan rumah tangga…jangan-jangan dah mau nikah nech…?”. Tanya beliau selidik.
“Ga Mas, pingin tahu ja, ya itung-itung buat referensi pas saya nikah nanti…” jawabku membela diri.
Keluarga bak sebuah kapal yang berlayar mengarungi samudera. Keluarga adalah masyarakat terkecil dalam kehidupan sosial. Dan keharmonisan keluarga merupakan barometer utama dalam sebauh negara. Jika keluarga masyarakatnya nyaman, tentram dan damai bisa dipastikan negara itu aman sentosa. Banyak orang di luar sangat dihormati dalam rumah tangga tidak di dengar omongan-nya. Banyak orang bisa ngurus perusahaan tapi tidak bisa ngurus keluarga. Karena memang keluarga adalah salah satu ujian bagi kita. Hal itu juga yang menyadarkanku bahwa materi bukanlah jaminan menuju kebahagiaan.
Ketika di Surabaya banyak saya dapati orang-orang mengeluh dan curhat tentang ketidak harmonisan keluarganya padahal secara materi sudah lebih dari cukup.
Yang terahir kemarin seorang sahabat yang kebetulan sudah nikah lima tahun yang lalu curhat. Katanya, “Saya heran, istri saya tidak pernah menghargai jerih payah saya dalam bekerja, selalu saja menuntut…”. Keluhnya pas kami istirahat di warung kopi. Hal itulah yang membuat saya ingin tahu bagaimana she sebenarnya keluarga itu? Dipungkiri atau tidak setiap laki-laki normal ingin menikah tak terkecuali saya, karena saya juga normal hehehe…
 “Bagaimana mas  harus bersikap sebagai seorang kepala keluarga Mas…?”. Tanyaku. Pertanyaan itu sebenarnya adalah kegalauanku sebagai seorang laki-laki, menurut agama kan suami idealnya adalah presiden rumah tangga.
“Yang saya rasakan kita itu harus punya seni….?” Kata beliau singkat.
“eh sampean kan sudah berseni hehehe,,,”. Kilahku, dengan nada guyonan, beliau tertawa seraya melanjutkan.
“Maksud saya ada pola tersendiri yang harus dilaukan dalam sebuah keluarga. Kita adalah presiden rumah tangga, dan istri kita adalah manager keluarga… Presiden inilah yang bertanggung jawab pada keluarga secara keseluruhan dan istri yang bertanggung jawab dalam internal keluarga, jadi keduanya harus harmonis, harus seiya sekata, walau tidak dapat disadari pasti ada beda. Pola yang saya maksud adalah trik atau seni bagaimana menghadapi anggota keluarga terutama istri, misalkan, kita ngambeg-ngambeg-kan, entah karena silang prndapat atau lainnya. Pas pulang kerja yang biasanya disediain makan, atau air hangat untuk mandi waktu itu tidak ada, jika kita langsung marah-marah justru ngambeg-ngambekan itu tadi akan semakin memanas, tapi ketika itulah kesempatan untuk menarik perhatian, kalau misalkan sebelumnya kita tidak pernah memanggil sayang, cobalah panggil si istri dengan “Sayang, kok air hangatnya belum siap….?”
Tidak harus dengan seperti itu, artinya kita punya pola/seni bagaimana mencuri hati sang istri. Bagaimanapun ketika sudah jadi istri kita dia sudah tanggung jawab kita bagaimanapun keadaannya. Jangan merasa menyesal dengan sikap istri yang kadang tidak mengahargai kita, siapa tahu hal itu hanya perbedaan cara pandang saja.
Dan jangan lupa, harus romantis. Karena hal itu merupakan bumbu penyedap dalam interaksi keluarga, terkadang kata-kata sepele yang indah bisa mencairkan kebekuan hubungan keluarga….”.
Kayaknya saya mendapatkan pencerahan, melihat sebagian kecil dalam rumah tangga, saya tahu mas Hamdan keluarga sangat harmonis. Saya kadang iri melihatnya bersenda dan bercengkrama dengan anak-anaknya.


Sunday, January 17, 2010

Dalam Kepompong

Sore ini begitu rame, padahal hari ini hari minggu. Entahlah setahu saya biasanya Malang agak sepi di hari-hari libur. Tapi sore ini begitu rame.




Pulang Kuliah, kuliah kata sebagian orang sangat melelahkan. Memang jalan menuju kesuksesan tidak mudah, saya teringat film Perancis judulnya In The Name of King, entah siapa saya lupa nama Bintang filmnya. Disalah satu setting filemnya diceritakan ada seorang anak sama bapaknya mencabut buah semacam ubi. si bapak berkata: "Coba kamu cabut yang itu...?" Pinta sang Bapak.


Anaknya menjawab: "Waduh...!! Ga Bisa yah...". katanya sambil berusaha mencabut ubi itu.


"coba Paksa terus...!!!" Si Bapak memaksa. Tapi beberapa kali mencoba ubi itu tak keluar juga dari tanah. Akhirnya ubi itu tercerabut dari dalam tanah.


Dengan bangga sambil menepuk pundak anaknya si Bapak berkata: "Memang sesuatu yang besar harus melalui proses yang tidak mudah..." sang anak hanya tersenyum senang.


Akhirnya aku tersadar dari keluhanku tentang kuliah. Mungkin rasa capek, kantuk dan kadang membosankan adalah prosesku menuju kesuksesan.






Ah....Bebas.... Gumamku... seolah merasakan kebebasan setelah sekian jam duduk di bangku kuliah. Menerima transfer ilmu dari para dosen. Memang, untuk menjadi kupu-kupu yang indah harus bertapa sekian waktu dalam kepompong...

Friday, January 15, 2010

Nikmatnya Malam

Malam yang indah, seindah ciptaan Tuhan, ya memang tiada yang tidak indah dalam setiap ciptaan-Nya. Malam ini gerimis, dingin dan sayu... Senyap. Diriku tenggelam dalam sepi, dalam sunyi... dalam impian yang tak pasti. 
Setiap orang punya impian, dengannya dia dapat terbang. Life without an ambition like a bird without a wing. Dengan harapan menggapai impian semangat muncul untuk berjuang, berjuang untuk menggapai impian.
Mau tidur males. Mata mengantuk, tapi sulit terpejam. Sungguh nikmat orang yang di anugerahi rasa kantuk dan terlena dalam rasa ngantuknya. beruntunglah dia yang dapat tidur dengan pulas.
Nikmatnya malam, ketika kenangan indah selalu terbayang pabila tidur menjelang, alangkah sengasara dirasa, ketika mau tidur sengsara serasa... 


Bersiaplah untuk gagal, kebanyakan orang selalu siap untuk sukses padahal kesuksesan itu dibangun dalam kegalalan